Sabtu, 29 Januari 2011

kebiasaan orang-orang efektif

7 Kebiasaan orang-orang yang sangat efektif
June 21, 2007 � Filed under Main
Efektif : Melakukan hal yang tepat (do right thing)
Efisien : Melakukan dengan tepat (do thing right)
Kebiasaan : Perilaku (behaviour) yang sering (berulang-ulang) dilakukan
Character Ethic (Prinsip-prinsip dasar) Prinsip-prinsip dasar yang positif dan orang hanya
dapat mengalami keberhasilan yang sejati dan kebahagiaan yang abadi bila mereka
belajar mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut kedalam karakter dasar mereka. Contoh
prinsip-prinsip dasar seperti : Integritas, Kerendahan Hati, Kesetiaan (loyal), Keadilan,
Keberanian, Kesederhanaan, Kesopanan, dll.
Personality Ethic (Sikap dan Perilaku) keberhasilan merupakan suatu fungsi kepribadian,
citra masyarakat, sikap dan perilaku, keterampilan dan teknik, yang melicinkan prosesproses
interaksi manusia. Personality Ethic mengambil 2 jalan :
1. Teknik hubungan manusia dan masyarakat
2. Sikap mental positif
Paradigm / Paradigma (Cara pandang) Adalah representasi mental. Adalah model,
pattern, atau kumpulan ide-ide yang menjelaskan satu aspect. Paradigma bisa
diumpamakan sebagai peta dari kota atau wilayah sehingga jelas bahwa peta bukanlah
wilayah itu sendiri. Kita melihat dunia bukan sebagaimana dunia adanya, melainkan
sebagaimana kita adanya - atau- sebagaimana kita terkondisikan untuk melihatnya. Tidak
pernah lengkap dan tidak pernah sama.
Emotional Bank Account (Rekening Bank Emosional) Rekening Bank Emosional
mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan. Seperti rekening keuangan di
bank, kita memasukkan simpanan ke atau melakukan penarikan dari rekening ini.
Perbuatan-perbuatan seperti berusaha untuk memahami terlebih dahulu, bersikap murah
hati, menepati janji, dan bersikap setia.
7 Kebiasaan Dari Orang-Orang Yang Sangat Efektif:
�Kebiasaan 1? : Jadilah Proaktif ( Be Proactive )
Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya
bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, dimasa sekarang, maupun di
masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilainilai
ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelakupelaku
perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif,
untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta
menggunakan keempat karunia manusia yang unik � kesadaran diri, hati nurani, daya
imajinasi, dan kehendak bebas � dan dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam ke
Luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif
dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil
setiap orang.
�Kebiasaan 2? : Merujuk pada Tujuan Akhir ( Begin With The End in Mind )
Segalanya diciptakan dua kali � pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu,
keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih
dahulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan
menjalani kehidupan hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka.
Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan,
dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen
terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk
tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu,
keluarga, atau organisasi. Pernyataan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi
keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai,
adalah inti dari kepemimpinan.
�Kebiasaan 3? : Dahulukan yang Utama ( Put First Thing First )
Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang
utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan
secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda).
Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan
organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak
entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.
�Kebiasaan 4? : Berfikir Menang/Menang ( Think Win Win )
Berfikir menang/menang adalah cara berfikir yang berusaha mencapai keuntungan
bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berfikir
menang / menang adalah didasarkan pada kelimpahan � �kue� yang selamanya cukup,
peluang, kekayaan,dan sumber-sumber daya yang berlimpah � ketimbang pada
kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang-menang artinya tidak berpikir egois
(menang / kalah) atau berpikir seperti martir (kalah / menang). Dalam kehidupan bekerja
maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung � dengan
istilah�kita�, bukannya �aku�. Berpikir menang / menang mendorong penyelesaian
konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang samasama
menguntungkan. Berpikir menang / menang artinya berbagai informasi, kekuasaan,
pengakuan, dan imbalan.
�Kebiasaan 5? : Berusaha untuk Memahami Terlebih Dulu, Baru Dipahami (To
Understand To BeUnderstood)
Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang
untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau
orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri,
sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan
mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut
keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.
�Kebiasaan 6? : Wujudkan Sinergi (Synergy)
Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga � bukan caraku, bukan caramu,
melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing.
Sinergi adalah buah dari sikap saling menghargai � sikap memahami dan bahkan
memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan
peluang.
Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing
individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar dari pada jumlah total dari bagianbagiannya.
hubungan-hubungan serta tim-tim seperti ini mengenyampingkan sikap saling
merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 1/2), atau
sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3
atau lebih).
�Kebiasaan 7? : Mengasah Gergaji ( Sharpening The Saw )
Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus menerus dalam keempat bidang
kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang
meningkatkan kapasitas kita untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi
sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terusmenerus,
kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan
organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, kebiasaan 7
meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara
berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan
keluarga.
Stephen R.Covey
Approach : Sikap adalah pendekatan kita terhadap sesuatu hal
Outlook : Sikap adalah pandangan kita terhadap sesuatu hal
Manner : Sikap adalah cara kita berperilaku
Stance : Sikap adalah pendirian kita
Position : Sikap adalah bagaimana posisi kita
Feeling : Sikap adalah cara kita merasakan
Thoughts \: Sikap adalah bagaimana pikiran kita
Mind-Set : Sikap adalah bagaimana arah pemikiran kita
Way of Thinking : Sikap adalah cara kita berpikir
Opinion : Sikap adalah pendapat kita
View : Sikap adalah cara kita memandang
View Point : Sikap adalah bagaimana titik pandang kita
Standpoint : Sikap adalah di sisi mana kita berdiri
Line : Sikap adalah bagaimana jalan pemikiran kita
Posture : Sikap adalah bagaimana sosok kita
Pose : Sikap adalah cara kita menempatkan diri
Way of behaving : Sikap adalah cara kita berperilaku
Bearing : Sikap adalah cara kita memikul suatu masalah
Position : Sikap adalah cara kita memposisikan diri
Sikap kita merupakan kerangka berpikir kita
Sikap adalah kebiasaan berpikir dan kebiasaan dalam berpikir tersebut dapat dilatih. Dan,
suatu tindakan yang selalu diulang akan menjadu suat SIKAP
Peluang Usaha Ada Dimana-mana
Tergelitik juga membaca tulisannya Pak Hadi Kuntoro, bahwa peluang usaha sebenarnya
ada dimana-mana. Dan saya sangat setuju. Coba saja perhatikan barang-barang yang ada
disekitar anda, komputer, printer, kertas, meja, handphone dan apa saja yang bisa anda
lihat disekeliling anda, sebagian besar merupakan hasil dari transaksi jual beli. Bahkan
barang-barang yang melekat pada diri kita sebagian besar juga kita beli atau paling tidak
dibelikan orang lain kan?.
Masalahnya, kadang kita terlalu takut sehingga menganggap kalau sebuah peluang sudah
diambil orang lain, kita sudah tidak kebagian peluang tadi. Padahal sudah menjadi
sunatulloh / sifatnya dunia yang terus berputar, peluangpun terus berputar. Bahkan
banyak peluang yang belum optimal dimanfaatkan orang lain.
Misalnya usaha dibidang garment meskipun sudah banyak pelaku usaha di sana tapi tetap
terbuka peluang bagi pemula untuk menangkap peluang yang sama dan bahkan
menciptakan peluang-peluang baru. Contoh lainnya masih banyak, usaha makanan boleh
dibilang setiap saat muncul pemain baru dan banyak yang sukses. Usaha voucher HP juga
terus tumbuh bak jamur di musim hujan, dan banyak yang bertahan bahkan berhasil.
Inovasi-inovasi baru-pun terus tumbuh, yang berarti masih banyak lagi peluang yang
belum tergarap.
Kalau kita masih dalam tahap berpikir-pikir untuk mencari peluang dan belum juga
berani memulai usaha, maka kita perlu mempertajan kejelian kita menangkap berbagai
peluang. Cara paling gampang adalah meniru usaha orang lain yang menurut kita masih
berpotensi untuk dikembangkan. Kita tinggal mengikuti yang sudah ada dan kita
modifikasi pada usaha yang kita jalani. Nanti kalau usaha kita sudah jalan, baru kita cari
terobosan dan inovasi baru untuk terus berkembang.
Kalau kita masih terus pikir-pikir dulu, maka peluang tetap saja ada dan tentu akan
diambil orang lain. Kita nanti hanya akan gigit jari dan bilang, �Yach itu kan persis
seperti ide bisnis yang aku pikirkan dulu.�
Cobalah anda cari barang yang tidak bisa dijual, tentu anda akan menemukan barang
yang bisa dijual jauh lebih banyak daripada barang yang tidak bisa dijual. Itu berarti
banyak peluang dan ada dimana-mana
Semoga bermanfaat
Salam
Fuad Muftie
�2007 http://fuadmuftie.wordpress.com
Owner Kios Addina di Jakarta Timur
Cara Mudah Memulai Bisnis / Usaha Sambilan
Untuk memulai usaha atau bisnis janganlah menunggu kondisi yang ideal. Modal yang
cukup, lokasi yang strategis, karyawan yang cakap, waktu yang luang untuk memulai
bisnis adalah kondisi yang ideal. Dan untuk mendapatkan semuanya dalam waktu yang
bersamaan tentu butuh pengorbanan yang lebih besar.
Apalagi bagi kita-kita yang masih berstatus sebagai karyawan di tempat lain, menunggu
kondisi ideal bisa menjadi pilihan yang sulit.
Salah satu pilihan bagi seorang karyawan untuk memiliki bisnis sendiri adalah membuka
usaha sambilan. Sehingga kita bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Dan kita
berusaha mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha yang kita rintis.
Membuka usaha sambilan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan kalau kita bisa
menentukan jenis usaha dan skala usaha sesuai minat dan kemampuan kita. Kalau
memang kita punya kondisi yang ideal, pilihan untuk membuka perusahaan, membuka
toko, atau mengambil franchise adalah pilihan yang tepat.
Tapi bagi yang belum berani untuk mengambil resiko dengan membuka toko sendiri, ada
satu pilihan yang mudah untuk segera memulai usaha, yaitu dengan sistem
KONSINYASI.
Dengan sistem konsinyasi kita menitipkan barang dagangan kita ke toko, kios, atau
minimarket / supermarket orang lain. Kita tidak perlu memiliki toko sendiri dan tidak
perlu memiliki karyawan sendiri. Jelas akan menghemat banyak biaya. Kita hanya perlu
menanamkan modal pada barang dagangan dan investasi waktu plus tenaga untuk
menawarkan ke toko orang lain. Barangnyapun tidak harus buatan sendiri, bisa barang
yang kita beli grosiran kemudian kita titipkan ke beberapa toko.
Kesepakatan Konsinyasi bisa fleksibel, untuk toko-toko kecil seperti kios kami, cukup
dilakukan secara kekeluargaan / musyawarah mufakat dan dengan kesepakatan yang
lebih mudah. Berapa barang yang ditaruh, berapa harganya, kapan mau dicek, kapan
dilakukan pembayaran, dan kesepakatan lain dibicarakan bersama dan setelah deal atau
kedua pihak sepakat maka Konsinyasi bisa dijalankan. Ada baiknya kesepakatan ini
dilakukan secara tertulis (dan memang seharusnya tertulis) meskipun dalam format yang
sederhana, sehingga jika ada perselisihan, sudah ada pedomannya.
Untuk menitipkan barang ke perusahaan yang sudah besar (minimarket atau supermarket)
tentu persyaratannya lebih ketat. Pihak supermarket sudah menetapkan syarat-syarat yang
harus dipenuhi.
Pengalaman di kios kami (Kios Addina), setelah terlihat tokonya hidup (banyak
pelanggan dan banyak transaksi), ternyata banyak yang datang menawarkan konsinyasi.
Awalnya kami sangat berhati-hati, ada rasa khawatir barangnya nanti tidak laku. Tapi
Alhamdulillah banyak barang konsinyasi yang berhasil terjual di kios kami.
Barang yang ditawarkan ke Kios kami juga beragam. Awalnya hanya jilbab dan produk
serupa, kemudian ada yang menawarkan minyak wangi, dan bahkan sekarang ada yang
menitipkan tas wanita. Para pemilik barang yang menitipkan di kios kami, secara berkala
mengecek barangya laku atau belum, perlu ditambah atau belum. Kadang juga cukup
dilakukan dengan SMS dan jika sudah laku, pemilik barang datang ke kios kami untuk
menerima pembayaran barangnya yang laku.
Terus bagaimana kalau barang tidak laku? Pemilik barang biasanya menukar dengan
barang lain dan mungkin barang yang tidak lakuk di kios kami bisa dan mungkin sekali
laku di tempat lain. Jadi kalau mau menitipkan barang konsinyasi sebaiknya jangan
hanya ke satu toko. Kalau bisa menitipkan barang ke banyak toko, sama saja kita punya
toko banyak tanpa harus sewa toko, tanpa harus membayar karyawan, dan uangpun
mengalir�
Salam
Fuad Muftie
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani� & PerMata�s), Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender, Jaktim
Tpl. 021-9828 4731
(MaBagaimana Cara Memulai Usaha dengan
Modal Dengkul
Bagaimana cara memulai bisnis dengan modal dengkul? Pertanyaan ini banyak diajukan
oleh mereka yang ingin sekali membuka usaha tapi tidak memiliki cukup modal.
Mungkin juga diajukan oleh orang yang punya modal tapi tidak berani mengambil resiko
kehilangan modal. Sehingga dianggapnya bisnis modal dengkul merupakan langkah yang
aman.
Enak memang kesannya kalau bisa memulai bisnis tanpa modal. Dalam prakteknya
memang banyak yang bisa memulai usaha tanpa modal uang sepeserpun. Contoh paling
banyak adalah makelar. Ia hanya perlu mempertemukan orang yang ingin menjual dengan
orang yang ingin membeli, kemudian ia akan mendapat komisi. Tapi untuk menjadi
makelar yang profesional dengan penghasilan yang bagus apakah hanya cukup dengan
modal dengkul? Saya yakin pasti tidak, ia pasti memerlukan modal-modal lainnya.
Ada juga sich yang benar-benar hanya menggunakan dengkulnya yaitu tukang pukul,
tukang pikul di pasar, tukang parkir, Pak Ogah, dan sejenisnya. Tapi apakah itu bisnis
yang anda inginkan?
Kalau saya pribadi, sebaiknya jangan biasakan berkeinginan untuk memulai bisnis hanya
dengan modal dengkul. Hasilnya lebih tidak menentu. Alangkah baiknya kalau kita bisa
memanfaatkan modal yang lebih dahsyat yang sudah kita miliki. Bukankah kita punya
Otak yang bisa kita manfaatkan untuk memulai usaha.
Daripada menggunakan modal dengkul, hasilnya akan jauh lebih baik kalau kita mau
memulai bisnis bermodal otak. Modal dengkul sebentar saja akan lelah dan salah-salah
kalau kaki patah, bisnis juga musnah. Kalau bisnis pakai otak, seburuk apapun kondisi
bisnisnya bisa dicari siasat yang lebih tepat sehingga bisnis bisa selalu selamat.
Gunakan imajinasi dan pikiran untuk memikirkan cara atau strategi memanfaatkan
potensi yang ada untuk memulai usaha. Bukankah dengkul juga dikendalikan oleh otak.
Kalau memulai usaha dengan hanya mengandalkan dengkul berarti otak dikendalikan
dengkul dong.
Jadi bagi yang ingin segera memulai bisnis, gunakan otak, pikiran, dan imajinasi anda.
Temukan jalan yang terbaik untuk memulai. Otak adalah modal paling mahal di dunia.
Saya yakin orang-orang sukses pasti lebih banyak menggunakan otaknya daripada
dengkulnya. Kecuali otak anda sudah ada di dengkul, silahkan berbisnis dengan dengkul
anda.
salam
Fuad Muftie
u dapetin diskon-nya?? Datang aja ke kios kami�)
Bingung Menentukan Jenis Usaha
assalamu�alaikum�
saya sangat berkeinginan untuk mempunyai usaha. saat ini saya bekerja dan masih
mempunyai waktu luang. akan tetapi saya bingung usaha yang cocok untuk saya. jika
ada yang menarik maka saya kepingin usaha tersebut, akan tetapi jika ada yang lain
maka saya juga ingin kembali akan tetapi hal tersebut membuat bingung dan hingga saat
ini belum melangkah untuk menentukan usaha apa yang akan saya lakukan.
sedangkan ada saran yaitu usaha hal yang diminati saya pun hingga saaat ini tidak tahu
apa yang saya minati. jadi mungkin ada masukan apa ang musti saya pikirkan dan
lakukan agar saya bisa segera memulia apa yang ada diangan-angan. terima kasih.
wassalamu�alaikum
Zainal
================***=================
Wa�alaikum salam Wr Wb
Pak Zainal, Anda tidak sendirian memiliki kebingungan seperti itu. Saya yakin banyak
yang masih mengalami kebingunan seperti itu. Sayapun dulu seperti Bapak, bingung�
mau usaha apa, gimana memulainya, bagaimana modalnya, dll.
Yang saya lakukan saat bingung seperti Anda adalah mengumpulkan informasi tentang
usaha-usaha yang kira-kira bisa saya jalankan sesuai kemampuan finansial saya. Saya
buat catatan di buku saya tentang berbagai peluang yang mungkin saya ambil nantinya.
Kemudian saya datangi salah satu pemilik franchise burger dengan pertimbangan biaya
memulainya murah. Saya tanyakan detail mengenai bagaimana cara mengambil
franchise-nya (tepatnya sich business opportunity). Saya datangi juga pihak
yangmenawarkan franchise es cendol. Saya datangi pemilik franchise mie ayam, dll.
Brosur-brosurnya saya kumpulin. Kemudian saya baca-baca tawarannya, saya bayangkan
kalau saya ambil kira-kira nantinya seperti apa, seberapa repotnya saya mengelola bisnis
tersebut, mengingat saya juga bekerja di kantoran. Kira-kira nanti gimana cari karyawan,
gimana menggajinya, dll. Semua saya pikirkan saja karena saya juga bingung dimana
mencari jawabannya dan saya belum tahu jawabannya. Pokoknya pikirkan dan rasakan
dulu. Konyol memang, he.. he.. he.. tapi ya begitulah proses yang dulu saya jalani.
Ternyata keinginan saya berubah, saya jadi pingin buka warnet. Hal yang sama saya
lakukan, saya mencari tentang peluang bisnis warnet. Ini lebih mudah, karena
informasinya banyak tersebar di internet sehingga bisa dicari lewat googling. Saya juga
bertanya pada pengelola warnet tentang bagaimana cara membuka warnet. Ternyata
mentok juga di modal. Saya tidak kuat mendanai sendiri buat buka warnet. Untuk
kerjasama saya tidak ada bayangan dan tidak terpikirkan.
Pikiran berubah lagi, saya pingin buka toko barang-barang petualangan (adventure)
karena ada teman yang sudah memulai dan sepertinya menarik untuk dikembangkan.
Sayangnya keinginan saya bertepuk sebelah tangan. Jadinya tidak diteruskan. Pokoknya
apa saja yang terpikir ingin dijalani, saya kumpulkan informasinya.
Nah setelah berbulan-bulan bergelut dengan kebimbangan/kebingungan, munculah ide
buka toko jilbab. Ide itu datang tiba-tiba dari arah yang tidak terduga. Awalnya saya baca
salah satu emailnyaPak Hadi Kuntoro di milis Wonosobo, terus saya lihat-lihat iklan di
majalah muslimah, muncullah keinginan buka toko jilbab. Kemudian saya tawarkan
kepada istri saya ternyata istri saya sangat berminat dan mendukung. Setelah kami berdua
sepakat, maka tindakan2 berikutnya mengalir seperti jatuhnya bola salju, mengalir deras
dan tidak mungkin mudur lagi.
Demikian gambaran saya satu-tahun-tiga-bulan yang lalu. Nah kembali kepada
kebingunan yang Pak Zainal alami, saran saya tenang saja Pak. Sekarang ambil kertas
atau siapkan buku tulis, tulis saja ide-ide bisnis yang ingin Anda jalani, tulis saja secara
bebas, seenaknya, senyamannya, dan jangan pakai rasa takut dan khawatir. Ibaratnya Pak
Zainal sedang menanam bibit, bibit mana yang nantinya tumbuh dan nantinya akan
ditanam jangan terlalu dipikirkan.
Setelah dapat daftarnya, coba sambil jalan-jalan ke kantor, perhatikan orang-orang yang
menjalankan usaha yang Pak Zainal catat. Bayangkan kalau saya menjalankan usaha ini
kira-kira gimana perasaan saya, gimana kesibukan saya, gimana nanti mempekerjakan
karyawan, dll. Cobalah untuk berpikir positif, jangan pikirkan yang negatif. Bayangkan
saja gimana rasanya nanti menggaji karyawan sesuai UMR, jangan pikirkan gimana kalau
saya nggak bisa nggaji karyawan? Wong coma mikir-mikir koq, jangan mempersulit diri.
Sama saja seperti nanam benih, misalnya benih mangga, bayangkan nanti pohonnya
tumbuh lebat, buahnya besar2, ranum, dan manis. Jangan pikirkan gimana nanti kalau
pohonnya kena angin, terus tumbang, roboh di atap, terus rumahnya rusak� wah nggak
bakalan kita jadi nanam mangga.
Coba juga masuk ke Pasar, perhatikan orang-orang yang berjualan produk yang Pak
Zainal pikirkan. Perhatikan orang yang jualan bakso, gimana caranya mereka bisa
berjualan dan bagaimana kalau nanti Pak Zainal yang berjualan. Perhatikan orang yang
jualan koran / majalah, bagaimana mereka berjualan dan bagaimana kalau nanti Pak
Zainal yang berjualan. Perhatikan orang yang jualan voucher dan HP, bagaimana mereka
berjualan dan bagaimana kalau nanti Pak Zainal yang berjualan.
Coba juga masuk ke Mall dan pusat grosir, perhatikan bagaimana mereka berjualan dan
kira-kira bagaimana nanti kalau Pak Zainal yang punya usaha itu. Pokonya sering-sering
saja lakukan pengamatan. Nanti saat mengamati mungkin pikiran kita akan menerawang
tentang prospeknya, tentang variasi usahanya, tentang persaingannya, dll. Biarkan saja
pikiran itu muncul dan rasakan saja. Wong kita juga belum buka usahanya kan. Jadi
bebas saja.
Syukur-syukur Pak Zainal punya kesempatan ngobrol dengan pengusaha yang Pak Zainal
minati. Obrolan ringan saja Pak. Seperti istri saya, waktu masuk ke toko jilbab, tanya saja
mana produk yang laris, berapa harganya. Ketemu sama tukang somay, tanya siapa yang
buat, berapa sehari laku, berapa keuntungannya. Obrolan santai yang mengalir dan tidak
dipaksakan sering memberikan informasi yang sangat berharga bagi kita.
Nah lama-lama, InsyaAlloh akan muncul perasaan yang kuat dan keyakinan dalam diri
kita, "AHA.. ini usaha yang ingin saya jalani!!". Setelah muncul AHA tersebut, segera
tindaklanjuti dengan action-action yang lain, misalnya menyewa tempat (kalau mau buka
toko), mencari suplier, mencari rekanan, dll. InsyaAlloh kalau sudah begini tidak akan
bingung lagi dan akan mengalir seperti bola salju menggelinding semakin kencang.
Itu berdasarkan pengalaman saya lho Pak. Kalau Pak Zainal tidak nyaman dengan cara
saya coba cari cara Pak Zainal sendiri. Atau kalau kalau masih bingung juga cobalah
mulai dari yang kecil-kecil dulu, misalnya dari jualan burger dengan gerobag atau
numpang di depan minimarket. Atau jualan es buah atau es jus di pinggir jalan. Atau coba
ikutan bazaar di berbagai event dengan meminjam barang dagangan dari rekan, teman,
atau Saudara Pak Zainal.
Minat tidak minat, suka tidak suka, coba saja dulu yang kecil-kecil. Daripada berlamalama
bingung. Toh modalnya kecil, kalaupun tidak lancar usahanya, Pak Zainal sudah
dapat ilmu berjualan, sudah bisa merasakan bagaimana berjualan. Dan biaya yang Pak
Zainal keluarkan jauh lebih murah dibanding ilmu yang Pak Zainal peroleh. InsyaAlloh
dengan pengalaman kecil tadi, Pak Zainal akan lebih siap saat mendapatkan peluang yang
lebih besar nantinya. Syukur-syukur dari yang kecil itu bisa berhasil dikembangkan jadi
besar dan jadi lebih baik lagi, berarti akan dapat keuntungan ganda, dapat ilmu memulai
bisnis dan ilmu membesarkan bisnis.
Mudah-mudahan bisa membantu. Kalau masih bingung juga�.. saya juga jadi bingung
dech��
Pokoknya gini Pak asal tiap saat, tiap hari, tiap minggu ada action yang Pak Zainal ambil
untuk mendekatkan pada tujuan, itulah namanya PROSES. Apapun nanti pilihannya dan
berapa lama mengambil keputusannya, itu juga PROSES. Dalam setiap kesempatan
jangan cepat-cepat memfonis hasilnya, karena kalaupun sedang rugi atau sedang untung,
sedang senang atau sedang bingung, itu juga proses yang harus dijalani. Nikmati setiap
prosesnya dan selalu bergerak, maka nanti apapun hasilnya kita akan menilai kalau kita
ada progres dari proses-proses yang kita ambil.
BAGAIMANA MEMILIH
USAHA YANG TEPAT
Banyak pertanyaan yang kami dapatkan dari para neter ataupun teman-teman disekitar
kami yang benar-benar tertarik untuk membuka usaha sendiri. Yaitu pertanyaan yang
cukup klasik "Bagaimana memilih USAHA ?. Tentunya usaha yang tepat !.
Dengan... Pesan Segera
Kliping 1.
Itu sudah tanda bahwa Anda punya kemauan keras untuk ber WIRAUSAHA.
Setelah saya cari-cari di internet mengenai kiat-kiat usaha dan beberapa buku mengenai
wiraswasta atau wirausaha, dapat disimpulkan bahwa untuk "memilih usaha apa yang
tepat" bukanlah awal yang penting, tapi "keberhasilan memulai usaha itu" adalah suatu
hal yang paling penting untuk kita cermati lebih dalam.
Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa memulai suatu usaha, tentunya suatu usaha yang
baik dan sesuai dengan kemampuan dan kesenangan pribadi !. Nah agar ada keberhasilan
dalam memulai suatu usaha, tentunya harus ada faktor yang mempengaruhinya.
Yaitu,pertama adalah faktor peluang dan yang kedua adalah faktor kesiapan dan
kesigapan diri untuk dapat segera memanfaatkan peluang tersebut. Demikian jawaban Ir.
Achsan Permas, M.B.A. salah satu pengajar Lembaga PPM.
Kedua faktor tersebut saling berkait atau sulit dipisahkan. Jika kita hanya memiliki salah
satu faktor saja, maka kita akan sulit untuk segera memulai usaha. Misalnya ada peluang
usaha, namun kita tidak mempunyai kesiapan modal, atau keahlian yang kita miliki tidak
cocok dengan peluang tersebut. Maka jelas kita tidak bisa segera memanfaatkan peluang
tersebut. Atau kita mempunyai kesiapan modal dan keahlian, namun peluang usaha yang
ditunggu-tunggu tidak pernah kunjung datang.
Lalu apa hubungannya antara kedua faktor tersebut diatas dengan pertanyaan sebelumnya
mengenai "Bagaimana memilih usaha yang tepat ?"
Seperti telah disimpulkan diatas bahwa keberhasilan usaha bukanlah ditentukan oleh
pilihan, namun memulai usaha itulah yang lebih penting. Nah dengan menerapkan kedua
faktor itu marilah kita memulai usaha.
PERTAMA, MENILAI KEMAMPUAN PRIBADI
Pikirkan tentang bakat kepribadian yang diperlukan untuk mencapai sukses dalam
berbisnis. Apa yang telah kita miliki, apa keahlian kita, apa motivasi kita, kesigapan apa
yang ada pada diri kita.
Anda pernah baca artikel mengenai pembuat TAS yang berhasil dari Tajur, Bogor.
Sebelumnya dia adalah pengrajin sepatu dan sempat dikirim kePerancis oleh
perusahaanya tempat bekerja. Namun ternyata diPerancis dia lebih tertarik dengan
bermacam-macam tas yang ada dietalase toko-toko yang ada di Perancis. Setelah pulang
dari Perancis. Bukannya membuat sepatu diperusahaan tempatnya bekerja, malah dengan
ketekatannya, beliau keluar dari perusahaan dan membuat kerajinan Tas sendiri, seperti
apa yang ia idam-idamkan. Setelah dipasarkan kesana kemari, sekarang showroomnya di
Bogor setiap Sabtu dan Minggu berjubel peminatnya.
Dengan berbekal keahlian, motivasi, kemauan maka itu merupakan modal untuk memulai
mengembangkan usaha. Jadi kalau ingin memilih usaha yang tepat, maka mulailah usaha
dari apa yang anda miliki.
KEDUA, BAGAIMANA MENCARI PELUANG USAHA
Peluang usaha sangat banyak disekitar kita. Mulai dari usaha bermodal dengkul sampai
usaha yang memerlukan modal tidak sedikit. Dari usaha jual obat dipinggir jalan sampai
jual obat di mall dan apotek. Jadi janganlah Anda berpikir saya belum berusaha karena
belum ada peluang. Padahal pada umumnya dikarenakan Anda tidak siap atau tidak sigap.
Untuk mudahnya, marilah kita lihat disekitar keliling kita sumber-sumber peluang usaha
untuk kita kenali, pelajari dan kita kembangkan lebih lanjut, sehingga kita mempunyai
beberapa pilihan usaha yang kita minati dan sesuai kemampuan kita.
Beberapa sumber peluang usaha misalnya :
Buku daftar telepon. Biasa juga disebut buku kuning yang memuat daftar produk atau
jasa yang berhubungan dengan usaha kecil. Misalnya Anda berminat dengan perkebunan,
maka Anda akan mendapatkan semua klasifikasi yang berhubungan dengan berkebun
seperti jenis bunga, arsitek penataan kebun, obat-obatan untuk tanaman dll. Buat daftar
mana saja yang Anda sukai.
Koran & Majalah. Anda dapat berlangganan koran atau tabloid yang sering
menginformasikan berbagai ide dan peluang usaha, dan juga iklan-iklan yang
menawarkan kerja sama dll. Jika Anda membacanya, pikirkanlah peluang bisnis yang ada
atau kecenderungan usaha yang mungkin dapat Anda kembangkan lagi.
Hobi & bepergian. Kapan saja Anda bepergian lihat sekeliling dimana Anda berada.
Toko-toko pakaian, makanan, bengkel, kerajinan, mebel dan lain sebagainya. Jika Anda
menemui sesuatu yang menarik, cobalah Anda tanya dan berdiskusi dengan pemilik
usaha tersebut, darimana produknya disuplai, apa usahanya cukup maju, apakah barang
yang Anda lihat banyak peminat atau tidak dll. Tehnik bertanyanya terserah Anda, apa
pura-pura membeli, menawar, memuji keindahannya, komentar kok pelanggannya
banyak dlsb.
Kunjungi Toko Buku. Toko buku selain tempat untuk membeli berbagai buku bacaan atau
keperluan sekolah. Namun banyak juga toko buku yang menjual buku berbagai ide usaha.
Coba anda lihat-lihat atau minta catalog buku. Mungkin saja ada buku yang memberi ide
usaha untuk Anda lakukan. Untuk mudahnya agar tidak semua buku Anda borong,
sebaiknya catat saja dahulu judul-judul yang memberikan ide usaha kepada Anda. jika
Anda sudah menyeleksi dan mempunyai beberapa pilihan yang paling mendekati
keinginan Anda, barulah dibeli.
Teman atau kenalan. Bersilahturahmi kepada teman-teman adalah pekerjaan yang baik
sekali dan dianjurkan oleh agama islam. Beritahu mereka tentang minat Anda mencari
produk atau usaha tertentu. Tanyakan pada mereka apa yang mereka lakukan. Kalau
mereka bergelut dalam dunia bisnis tanyakan bagaimana kondisi terakhir dunia
perbisnisan, tanyakan bagaimana mereka memulai bisnis, bagaimana rencana masa depan
, bagaimana mereka menilai kebutuhan pasar. Jika usaha yang Anda minati ada diantara
mereka, cobalah dekati mereka lebih dalam, misalnya ajak mereka makan siang atau
malam, bertamu kerumahnya, berkunjung ketempat usahanya dll.
Masih banyak sumber-sumber informasi peluang yang bisa Anda jajaki, misalnya
perpustakaan, distributor, pedagang grosir, pasar, mall, pelanggan dari suatu perusahaan,
berbagai ekspor/import, jasa informasi produk lisensi, internet, pameran, bazar, seminar,
supermarket dll.
Ingat, agar usaha mencari peluang usaha ini tidak sia-sia, maka setiap ada jenis usaha,
jasa atau produk yang Anda temui dan minati, semua itu harus dicatat. Kemudian suatu
saat kita lakukan beberapa ketentuan atau kriteria untuk segera mengambil keputusan
yang paling tepat atau mendekati pilihan Anda.
Tanpa Anda melakukan ini, maka Anda akan terjebak
terus untuk mencari peluang usaha. Sehingga jika
bertemu teman lama, Anda masih berstatus
PENGANGGURAN. Dan kalau Anda ditanya Anda
selalu berkata "Saya belum mendapat PELUANG",
belum ada usaha yang COCOK dan berbagai alasan
lainnya..
KETIGA, KRITERIA MEMILIH PELUANG USAHA
Jika Anda sudah mempunyai daftar beberapa peluang usaha yang sudah Anda survey
dengan baik. Maka sudah waktunyalah Anda untuk menentukan pilihan usaha apa yang
akan Anda lakukan.
Sebelum Anda menentukan peluang usaha apa, maka cobalah beberapa kriteria analisis
ini disimak dahulu untuk memudahkan peluang usaha mana yang akan Anda pilih :
Analisa Modal. Berapa besar modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut. Berapa modal
yang Anda miliki. Kalau masih kurang, adakah modal lain.
Analisa Penghasilan. Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh dari usaha tersebut.
Berapa besar kebutuhan hidup Anda. Kalau masih kurang, masih bisakah cari tambahan
lain.
Analisa Sektor Usaha. Apakah sektor ini merupakan salah satu keinginan Anda. Beri
urutan, dimana usaha yang paling Anda minati diurutan atas.
Analisa Jam Kerja. Apakah usaha ini akan menyita habis waktu Anda dan keluarga Anda.
Atau waktunya normal (jam 08 s/d jam 17), atau waktunya bisa Anda atur sendiri. Tujuh
hari atau lima hari seminggu atau terserah Anda untuk mengaturnya berapa hari
perminggu.
Analisa prospek. Pelajari keadaan usaha sejenis tersebut saat ini dan masa depan. Dari
sekian daftar usaha, mana yang paling memberikan prospek baik saat ini maupun masa
depan.
Dan masih banyak lagi ktritea lain yang Anda sendiri bisa tentukan. Setelah itu buatlah
daftar peluang usaha apa saja yang Anda temukan sesuai dengan kemampuan diri Anda.
KEEMPAT. PILIHAN TERAKHIR.
Setelah Anda mempunyai urutan atau score/nilai daftar beberapa peluang usaha.
Kemudian pilihlah 3 (tiga) peluang mana yang paling sesuai memenuhi kondisi, minat,
kemampuan dan kesigapan Anda.
Sebelum penentuan pemilihan terakhir, cobalah periksa kembali kriteria dari setiap
pilihan. Tanyakan kepada beberapa teman, mintalah pendapatnya dari ketiga usaha
tersebut mana yang paling cocok buat Anda dan beserta alasan.
Ingat, apapun pendapat teman Anda, yang menjadi
pertimbangan utama Anda adalah tetap KEMAMPUAN
dan KEINGINAN ANDA.
Nah, mudah-mudahan dengan beberapa metode diatas Anda semua sudah bisa segera
memulai usaha. Sekarang terserah Anda.
Seperti apa yang ditulis oleh Ir. Achsan Permas, M.B.A. Lakukanlah pilihan usaha Anda.
Sambil berjalan, usahankan untuk melakukan pengembangan usaha tersebut, terus
kembangkan keahlian dan kesigapan Anda, sehingga Anda akan selalu siap dan sigap
dalam menangkap peluang yang ada, yang kadang-kadang tidak dapat diduga datangnya.
Contohnya krisis moneter saat ini yang merupakan peluang bagi para pengeksport hasil
bumi nusantara ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar