Senin, 07 Februari 2011

Budidaya tanaman anthurium

BUDIDAYA TANAMAN
ANTHURIUM
BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KARANGPLOSO
INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERIANIAN WONOCOLO
1997
PENDAHULUAN
Anthurium adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias
ruangan, karena bentuk daun dan bunganya yang indah, Anthurium yang berdaun
indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk bunga potong berasal dari Eropa.
Di Indonesia tidak kurang terdapat 7 jenis anthurium, yaitu Anthurium cyrstalinum
(kuping gajah), Anthurium pedatoradiatum (wali songo), Anthurium andreanum,
Anthurium rafidooa, Anthurium hibridum (lidah gajah), Anthurium makrolobum dan
Anthurium scherzerianum.
PERBANYAKAN
Anthurium dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (biji) dan vegetatif (stek).
1. Perbanyakan dengan cara generatif (biji)
Tanaman anthurium memiliki 2 macam bunga (Gambar 1) yaitu bunga jantan
dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benang sari, sedangkan
bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan
bunga jantan dan bunga betina.
Dengan menggunakan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di
bagian lendir pada bunga betina. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga yang
dihasilkan sudah masak, di dalamnya terdapat banyak biji anthurium. Biji-biji
tersebut di kupas, dicuci sampai bersih dan diangin-anginkan, kemudian ditabur
pada medium tanah halus. Persemaian ditempatkan pada kondisi lembab dan
selalu disiram.
2. Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek)
Ada 2 cara perbanyakan secara vegetatif, yaitu stek batang dan stek mata tunas.
Cara perbanyakan dengan stek batang adalah memotong bagian atas tanaman
(batang) dengan menyertakan 1 - 3 akar, bagian atas tanaman 'yang telah
dipotong kemudian ditanam, pada medium tumbuh yang telah disiapkan
(Gambar 2). Sebaliknya perbanyakan dengan mata tunas adalah mengambil
satu mata pada cabang, kemudian menanam mata tunas pada medium tumbuh
yang telah disiapkan (Gambar 3). Cara tabur biji dan stek disajikan pada
Gambar 4.
PENYIAPAN MEDIUM TUMBUH
Berdasarkan kegunaannya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu
medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium
tumbuh terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus
atau tanah hutan dan pupuk kandang yang sudah jadi di ayak dengan ukuran
ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm.
Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan
perbandingan 5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan
dengan cara mengukus selama satu jam.
PENYIAPAN POT
Untuk menanam bunga anthurium, dapat digunakan pot tanah, pot plastik
atau pot straso. Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki
banyak pori-pori yang dapat meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan
pot yang masih baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian
bawah pot diberi pecahan genting/pot yang melengkung, kemudian di atasnya
diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa
campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan dalam pot
(Gambar 5).
PEMELIHARAAN
Setelah tanam, tanaman dipelihara dengan menyiram 1 - 2 kali sehari. Daun
yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar
tanaman tampak bersih dan menarik. Sebaiknya tanaman ini dipelihara di
tempat teduh karena tanaman tidak tahan sinar matahari langsung.
Oleh : - Sariati, asisten Teknisi Litkayasa BPTP Karangploso
Diproduksi : IPPTP Wonocolo
Sumber Dana : APBD Tk. I Jatim Tahun Anggaran 1997/1998

Tidak ada komentar:

Posting Komentar