Senin, 07 Februari 2011

mesin gerinda

Mesin Gerinda
Mesin gerinda merupakan proses menghaluskan permukaan yang digunakan pada tahap finishing
dengan daerah toleransi yang sangat kecil sehingga mesin ini harus memiliki konstruksi yang
sangat kokoh.
� Bagian-bagian Mesin Gerinda
Bagian badan mesin yang biasanya terbuat dari besi tuang yang memiliki sifat sebagai peredam
getaran yang baik. Fungsinya adalah untuk menopang meja kerja dan menopang kepala rumah
spindel.
Bagian poros spindel merupakan bagian yang kritis karena harus berputar dengan kecepatan
tinggi juga dibebani gaya pemotongan pada batu gerindanya dalam berbagai arah.
Bagian meja juga merupakan bagian yang dapat mempengaruhi hasil kerja proses gerinda
karena diatas meja inilah benda kerja diletakkan melalui suatu ragum ataupun magnetic chuck
yang dikencangkan pada meja ini.
Power Transmission
Point Of
Operation
Pelindung
Tetap
Power
Transmission
Pelindung
yang dapat
di atur
Tombol
On/Off
Meja
Benda heavy wheel
guard
Power Transmission grinda dilindungi oleh pelindung tetap sebagai peredam getaran.
Power Transmission grinda berupa spindle.
Point Of Operation
Point Of Operation grinda ini merupakan bagian mesin yang dirincang untuk mengasah
atau mengikis benda kerja.
Pelindung yang Dapat Diatur
Pelindung ini adalah safety glass, di mana dirancang untuk melindung bagian atas badan
pekerja seperti bagian wajah dari percikan api.
Heavy wheel guard
Heavy wheel guard bertujuan untuk melindung geindapada saat berputar dan merupakan
pelindung tetap.
Meja Benda
Meja benda bertujuan untuk mengontrol benda pada saat penggerindaan dan
mempengaruhi hasil dari penggerindaan.
Bahaya-Bahaya dari Mesin
� Putaran grinda yang sangat cepat
� Terbentur oleh barang-barang yang terlempar keluar dari mesin.
� Percikan api yang keluar pada saat penggerindaan.
� Tersangkutnya bagian tubuh pada bagian mesin yang bergerak.
Beberapa langkah keselamatan kerja gerinda antara lain,
- Gunakan kacamata kerja setiap saat, meskipun sudah tersedia penutup kaca pada roda
gerindanya.
- Selalu periksa kondisi roda gerinda dari keretakan. Ketuk roda gerinda dengan tangkai obeng,
bila suaranya nyaring berarti baik, dan sember beararti ada keretakan
- Jaga kecepatan roda gerinda sesuai ketentuan tabel kecepatan pada mesin tersebut
- Pastikan benda kerja, kepala lepas, pencekam dan peralatan yang lain sudah pada posisi yang
benar
- Gunakan roda gerinda sesuai dengan jenis kerja dan benda kerjanya
- Jangan memakankan (to feed) terlalu cepat, benda kerja antara dua senter kemungkinan akan
tertekan dan dapat merusakkan benda kerja dan roda gerindanya
- Stop seluruh motor penggerak sebelum mengatur atau menyetel mesin gerinda
- Ketika mengasah roda gerinda (dressing / truing) pastikan intan pengasah terletak pada posisi
yang kuat dan benar
- Jangan memeriksa dimensi (pengukuran) selama benda kerja sedang digerinda
- Ketika memasang atau menempatkan benda kerja, pastikan roda gerinda diundurkan atau
dijauhkan agar tidak mengganggu pemasangan.
- Jangan gunakan pakaian kerja yang panjang dan terjurai, kalung, dan perhiasan lainnya yang
memungkinkan jatuh atau tersangkut selama kerja gerinda
- Jangan tinggalkan mesin gerinda dalam keadaan hidup, pastikan mesin mati pada saat
meninggalkan.
Pemuaian akibat pendingin yang kurang baik menyebabkan permukaan benda kerja menggeliat
di beberapa bagian, sehingga pada saat benda kerja dingin, permukaannya tidak rata.
Bor Duduk
Mesin bor ini di gunakan untuk membuat suatu lubang pada benda kerja dengan dimensi tertentu
yang dapat di atur sesuai dengan mata bornya.
Bagian Mesin yang Berputar
Pada bagian mesin ini terdapat belt yang menghubungkan motor dan cam dan dilindungi
oleh pelindung tetap.
Power Transmission
Power Transmission pada bor duduk adalah pada bagian cam (Bagian yang digerakan).
Power
Transmision
Motor
Mesin
Pelindung
Tetap
Bagian mesin yang
berputar
Meja
Benda
Pemutar
Meja
Benda
Adjust
Cam
Beberapa langkah keselamatan kerja bor duduk antara lain,
- Selalu periksa kondisi cam dari keretakan.
- Jaga kecepatan motor sesuai ketentuan tabel kecepatan pada mesin tersebut
- Pastikan benda kerja, kepala lepas, pencekam dan peralatan yang lain sudah pada posisi yang
benar
- Gunakan mata bor sesuai dengan jenis kerja dan benda kerjanya
- Jangan memakankan (to feed) terlalu cepat, benda kerja antara dua senter kemungkinan akan
tertekan dan dapat merusakkan benda kerja dan cam.
- Stop seluruh motor penggerak sebelum mengatur atau menyetel cams.
- Jangan memeriksa dimensi (pengukuran) selama benda kerja sedang dibor
- Ketika memasang atau menempatkan benda kerja, pastikan cam diundurkan atau dijauhkan
agar tidak mengganggu pemasangan.
- Jangan gunakan pakaian kerja yang panjang dan terjurai, kalung, dan perhiasan lainnya yang
memungkinkan jatuh atau tersangkut selama kerja.
- Jangan tinggalkan mesin dalam keadaan hidup, pastikan mesin mati pada saat meninggalkan.
Bahaya-Bahaya dari Mesin
� Putaran cam yang sangat cepat.
� Terbentur oleh barang-barang yang terlempar keluar dari mesin.
� Tersangkutnya bagian tubuh pada bagian mesin yang bergerak.
� Sisa-sisa pengeboran yang terlempar ke arah luar.
Las Titik
Pada mulanya pemakaian pengelasan hanya berfungsi sebagai perbaikan dan pemeliharaan dari
semua alat-alat yang terbuat dari logam baik sebagai proses penambalan retak-retak,
penyambungan sementara, maupun sebagai alat pemotongan bagian-bagian yang dibuang atau
diperbaiki. Kemajuan teknologi dewasa ini semakin pesat, demikian pula yang terjadi di
Indonesia sangat membutuhkan teknik pengelasan yang baik. Perkembangan teknologi ini dapat
dilihat dengan semakin kompleksnya proses penyambungan logam dengan pengelasan. Pada
proses pengelasan ada beberapa factor yang menentukan keberhasilan dalam pengelasan, dimana
perubahan logam yang disambung diharapkan mengalami perubahan sekecil-kecilnya sehingga
mutu las tersebut dapat dijamin. Ada pengelasan titik dapat juga dilakukan beberapa variasi arus
maupun jarak antara titik-titik las. Modifikasi ini tentunya memberikan pengaruh terhadap sifat
material maupun kekuatan las yang terjadi. Mengacu pada uraian di atas, penulis akan mengkaji
lama penekanan waktu dan jarak titik pengelasan las titik terhadap kekuatan geser hasil las.
Dengan
perkembangan teknologi pengelasan menyebabkan banyak pengelasan dilakukan dengan cara las
titik pada permukaan plat yang akan disambung. Pengelasan titik adalah permukaan yang akan
disambung ditekan satu sama lain kemudian dialiri arus listrik yang tinggi dengan waktu yang
singkat. Karena listrik antara kedua elektroda tersebut harus melalui logam yang dijepit yang
menimbulkan penjepit kedua elektroda panas, mencair dan tersambung. Cara pengelasan ini
dikenal dengan nama las tekanan, karena dengan tekanan dan diberi arus listrik tersebut logam
menjadi panas pada tempat tertentu dan sanggup mencairkan bagian tertentu dan ditambah
dengan tekanan akan menghasilkan sambungan las yang baik.
Pengatur Amper
Pengatur ampere ini berfungsi sebagai penentu seberapa kuat lasan pada plat.
Busur Las (Transmisis daya)
Pengatur
Amper
Pelindung
Tetap
Busur Las (Transmisis
daya)
Pedal
Pengelasan
Bagian mesin yang
berAdjustment of gerak
welding time
Power
Indicator
Busur las ini merupakan bagian yang berhubungan langsung dengan benda kerja dan juga
berfungsi sebagai transmisi daya.
Pelindung Tetap
Pelindung tetap pada mesin las ini bertujuan untuk melindung bagian dalam mesin secara
permanen.
Pedal Pengelasan
Pedal pengelasan merupakan pedal penggerak busur las agar dapat menggerakan busur
las dalam pengelasan plat.
Power Indicator
Power indicator merupakan suatu indicator berfungsi atau tidaknya mesin las.
Bahaya-Bahaya dari Mesin
� Busur titik las yang panas.
� Tersangkutnya bagian tubuh pada bagian mesin.
� Tersetrum karena ada bagian kelistrikan yang kurang baik.
Beberapa langkah keselamatan kerja Mesin las titik antara lain,
- Selalu periksa kondisi mesin las titik.
- Pastikan benda kerja, dan peralatan yang lain sudah pada posisi yang benar
- Gunakan benda kerjanya yang sesuai.
- Jangan memeriksa dimensi (pengukuran) selama benda bekerja.
- Ketika memasang atau menempatkan benda kerja, pastikan las titik dalm keadaan tidak aktif.
- Jangan gunakan pakaian kerja yang panjang dan terjurai, kalung, dan perhiasan lainnya yang
memungkinkan jatuh atau tersangkut selama kerja.
-Jangan tinggalkan mesin las dalam keadaan hidup, pastikan mesin mati pada saat meninggalkan.
-Pastikan kelistrikan bekerja dengan baik atau tidak terdapat kebocoran.
Komentar
Dari setiap mesin dalam jenis apapun dan berada dimanapun pasti mengandung bahaya,
namun ada langkah-langkah untuk meminimal semua bahaya yang ada pada mesin-mesin
tersebut, maka di sinilah peran K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang berperan penting
untuk melindung secara pemahaman manusia secara langsung maupun tidak langsung. K3
berperan penting dalam pencegahan kecelakaan yang terdapat di seluruh dunia dari tindakan
tidak aman dan kondisi tidak aman.
K3
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
ANALISIS BAHAYA MEKANIK DAN
PENGAMANANNYA
KELAS I-C
YURI M.P
JOKO
PERWIRANTA
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar